Bab 2 VIRTUAL PRIVATE SERVER

 

Bab 2

 VIRTUAL PRIVATE SERVER


 BAB 2 VIRTUAL PRIVATE SERVER


KOMPETENSI INTI

3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-dasar Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-dasar Teknik Komputer dan Informatika Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.


KOMPETENSI DASAR

3.12 Mengevaluasi Virtual Private Server.

4.12 Mengkonfigurasi Virtual Private Server.


APERSEPSI

Dalam sebuah server dijalankan beberapa sistem operasi yang nantinya bisa digunakan oleh masing-masing pengguna server secara private. Sistem operasi yang dijalankan dalam server tersebut bisa bervariasi, mulai dari Linux hingga Windows OS. Karena server ini menggunakan mode virtual, maka para pengguna VPS ini akan memiliki jatah sumber daya server sendiri, mulai dari prosesor, RAM, Harddisk dan lain sebagainya. Dan tentunya VPS ini akan lebih aman dari gangguan jika ada pengguna lain yang nakal dibandingkan dengan shared hosting. VPS (Virtual Private Server) cocok digunakan bagi pemilik situs yang memiliki pengunjung web/blog dengan angka di atas lima digit (sudah mencapai puluhan ribu pengunjung). Tetapi, berhubung dengan VPS mendapatkan sumber daya server dengan alokasi hardware tersendiri, maka biaya sewanya juga lebih mahal dibandingkan dengan shared hosting.

Gambar 2.1 Virtual private server

https://blog.eramedia.net/wp-content/uploads/2017/12/VPS-server-1-1024x500.jpg

AYO PAHAMI

A. Evaluasi Virtual Private Server


VPS (Virtual Privat Server) identik dengan teknologi server side tentang sistem operasi dan perangkat lunak yang memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas besar dibagi ke beberapa virtual mesin. Secara umum, VPS dibagi menjadi beberapa VM (Virtual Machines), di mana disetiap VM berupa "Virtual Server" yang dapat di instal pada sistem operasi tersendiri. Setiap virtual mesin melayani sistem operasi dan perangkat lunak secara mandiri dan dengan konfigurasi yang cepat. Secara global VPS sering digunakan untuk cloud computing, software bot, menjalankan software robot forex (untuk trading), dan lain-lain. Namun demikian, terdapat kelebihan VPS dibanding dedicated server antara lain VPS lebih fleksibel dan hanya membayar resource yang dibutuhkan (jika kebutuhan meningkat, dapat di upgrade tahap demi tahap). Sedangkan kelemahan dari VPS sedikit lambat jika dijalankan di PC/laptop. Sebab, kecepatan internet user dalam mengakses VPS tersebut, sedangkan VPS sudah bekerja dengan baik pada kecepatan tinggi dalam melakukan proses ke internet.

Gambar 2.2 Virtual Privat Server

http://2.bp.blogspot.com/-q49Zjif51Nw/UmjsM55PC0I/AAAAAAAAAKg/hGJbYfQGbq4/s1600/VPS.png

1. Jenis Virtual Private Server (VPS)


Traffic visitor website sudah membesar secara tidak langsung akan memperberat shared hosting yang digunakan. Sebab bertambahnya pengunjung blog akan berdampak besar terhadap bandwidth hosting sehingga rasanya tidak mungkin lagi menggunakan shared hosting/cloud hosting dengan bandwidth yang terbatas. Oleh sebab itu, keberadaan Virtual Private Server (VPS) dapat membantu dalam memaksimalkan bandwidth, hardisk, serta mempercepat loading blog. Selain itu, dengan sebuah VPS sudah lebih dari cukup untuk menampung visitor website tersebut dengan asumsi jumlah visitor website masih terhitung puluh ribuan. Dengan demikian, hal tersebut tidak berlaku jika visitor website sudah mencapai level jutaan.

Gambar 2.3 Traffic pengunjung website http://forum-animeindo.com/wp-content/uploads/2016/03/cara-mengetahui-traffic-visitor-pengunjung-page-view-unique-visitor-di-wordpress-dengan-dan-tanpa-plugin-6.png

Jenis-jenis VPS di masa sekarang antara lain sebagai berikut.


a. OpenVZ

OpenVZ adalah jenis VPS menggunakan sistem operasi yang bekerja pada shared kernel yang biasa digunakan oleh website-website golongan menengah ke bawah, tetapi jarang digunakan oleh website yang sudah sangat terkenal. Bahkan, penggunaan resources OpenVZ ini juga cenderung lebih rendah dari VPS-VPS lainnya. Tidak heran jika penyedia layanan hosting menjualnya lebih mahal.

b. KVM (Kernel Based Virtual Machine)

Salah satu keunggulan paling mencolok VPS ini dibandingkan dengan OpenVZ adalah bisa langsung berinteraksi dengan hardwarenya, sedangkan OpenVZ harus menggunakan sistem operasi untuk dapat terhubung atau berkomunikasi. Oleh sebab itu, apabila memerlukan visualisi server penuh, maka KVM menjadi pilihan VPS yang patut dicoba.

c. HVM (Hardware Virtual Machine)

Pada dasarnya, virtualisasi HVM (Hardware Virtual Machine) berada ditingkat kernel. Bahkan, HVM juga membebaskan penggunanya untuk menggunakan hardware secara penuh. Fitur-fitur keunggulan yang disediakan oleh HVM juga membuat website-website besar menyukai VPS kategori ini.

d. Hyper V

Hyper V atau biasa disebut Microsoft Hyper-V ini adalah jenis virtualisasi VPS yang sangat cocok untuk Windows OS. Namun, biaya VPS ini lebih mahal dibandingkan dengan yang lain dan belum termasuk membayar lisensi Windows OS-nya.

2. Prinsip Dasar VPS

VPS sebagai metode unik dalam membagi sumber daya (resource) sebuah server menjadi beberapa server virtual. Server virtual tersebut memiliki kemampuan menjalankan operating system sendiri seperti halnya sebuah server. Bahkan dapat me-reboot sebuah server virtual secara terpisah (tidak harus mem-reboot server utama). Di samping itu, user dapat mengendalikan VPS dengan Remote Access Dekstop (pengendali jarak jauh) menggunakan aplikasi seperti Terminal untuk Linux OS dan Putty bagi yang menggunakan Windows OS. Beberapa prinsip-prinsip dasar VPS di antaranya sebagai berikut.

a. VPS bekerja seperti sebuah server yang terpisah.

b. VPS memiliki processes, users, files dan menyediakan full root access.

c. Setiap VPS memiliki IP address, port number, tables, filtering dan routing rules sendiri.

d. VPS dapat melakukan configurasi file untuk sistem dan aplikasi software.

e. Setiap VPS dapat memiliki system libraries atau mengubah menjadi salah satu system libraries yang lain.

f. Setiap VPS dapat delete, add, modify file apa saja, termasuk file yang ada di dalam root, dan menginstall software aplikasi sendiri atau menkonfigurasi root application software.


Sebuah VPS, resource server yang alokasikan adalah meliputi CPU Core, CPU Usage, RAM, dan Storage (ruang penyimpanan). Spesifikasi sebuah VPS dapat diketahui dari segi hard disk, memory, jenis prosesor, mau pun pilihan sistem operasi (Windows, Linux, dan lain-lain). VPS sudah terhubung dengan internet selama 24 jam dengan kecepatan tinggi agar setiap user bisa dengan mudah mengaksesnya. VPS biasanya diakses melalui komputer pribadi menggunakan software Remote Desktop Connection (RDC) yang sudah tersedia di Windows OS. Selain itu, VPS dilengkapi dengan pengaturan sendiri untuk init script, users, pemrosesan, filesystem dan lain-lain. VPS bekerja seperti sebuah server yang terpisah memiliki processes, users, files dan menyediakan full root access. Setiap VPS memiliki IP address, port number, tables, filtering dan routing rules sendiri. VPS juga dapat melakukan configurasi file untuk sistem dan aplikasi software. Dengan VPS sebagai pengguna tidak perlu lagi merawat Server Virtual ini, karena perusahaan penyedia VPS akan merawat secara berkala serta mengupgrade OS, RAM, dan lain-lain.

Gambar 2.4 VPS

http://en.nineweb.co.th/images/vpshosting.jpg

VPS memiliki berbagai fungsi dan kegunaan sebagai berikut.

a. Web Hosting

Salah satu penggunaan yang populer VPS adalah untuk menyediakan web hosting. Virtual Private Server sangat tepat untuk level menengah dan situs web, di mana aplikasi membutuhkan konfigurasi yang spesifik dan hanya bisa dilakukan oleh super user. Penggunaan ini juga cocok untuk memulai bisnis web hosting dengan anggaran yang terbatas namun layanan dengan yang berkualitas.

b. Backup Server

Kebutuhan backup server untuk menjamin layanan selalu berjalan normal menjadi hal yang sangat penting. Backup server ini bisa meliputi situs web, surel, berkas, dan basis data. Semua layanan ini berada dalam kondisi fisik dan logical yang terpisah sehingga meminimalisasi kerusakaan atau kehilangan data.

c. File server atau storage server

Sebagai file server atau storage server di mana kita bisa menyimpan file dan data melalui ftp dan http.

d. Sebagai server remote desktop

Sebagai server remote desktop, di mana bisa mendownload dan mengupload file secara remote, menjalankan aplikasi forex, bot/robot & automation, maupun spinner.

e. Sebagai host server untuk VPN dan Tunneling.

f. Application Hosting Dengan Virtual Private Server

Memungkinkan untuk membangun custom mission critical software tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu mahal. Melakukan outsource development aplikasi juga sudah menjadi trend untuk menghemat biaya sehingga investasi jauh lebih efisien.

g. Development/Test Environments

Virtual Private Server juga membantu untuk melakukan serangkaian development testing secara efisien, beberapa sistem operasi dan alamat IP publik dengan mudah bisa dilakukan, koneksi secara remote untuk reboot dan penggantian interface cukup dilakukan dengan cepat, sama seperti halnya memiliki 1 rak yang penuh dengan server testing.

h. Educational Outpost

Virtual Private Server menjadikan ajang untuk bereksperimen UNIX Operating System dengan berbagai macam distribusi sekaligus. Membuat proses ekperimen lebih beragam dan lebih mudah membandingkannya.

3. Penyewaan VPS

VPS dapat dibagi menjadi beberapa VM (Virtual Machines), di mana disetiap VM berupa "virtual server" yang dapat diiinstall sistem operasi tersendiri sehingga VPS terasa seperti sebuah dedicated server. Dibanding dengan shared hosting, menyewa VPS akan mendapatkan resource yang lebih baik sehingga tidak terganggu jika ada problem pada website yang dikelola. Selain itu VPS mendapatkan root akses sehingga lebih leluasa dalam mengkustomasi server sesuai kebutuhan Anda.

Penyewaan VPS dikategorikan menjadi sebagai berikut.

Ketika memutuskan untuk membangun sebuah website atau blog untuk kepentingan komersial, sangat disarankan untuk menyewa VPS, Karena VPS sangat membantu kinerja dalam mengelola website, bahkan memiliki kesanggupan lebih dari satu website. Khususnya bagi para web developer yang memiliki domain dalam jumlah banyak tentu sangat membutuhkan kustomisasi untuk berbagai macam aplikasi yang digunakan. Pengertian Virtual Private Server (VPS) bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin membangun domain-domain tersebut, VPS juga sangat cocok bagi yang mengutamakan privasi dalam mengelola sebuah website. Komponen-komponen yang dibutuhkan dalam konfigurasi Virtual Private Server adalah sebagai berikut.

a. Portal/website dengan tingkat kunjungan tinggi

Apabila mengelola satu atau beberapa website dengan tingkat kunjungan sangat tinggi, maka layanan shared hosting tidak lagi cocok. Maka VPS menjadi pilihan paling tepat.

b. Penyedia layanan web hosting

Dalam hal ini bisa jadi penyedia layanan web hosting atau web developer yang menghadirkan layanan hosting sebagai one stop service kepada pelanggan. Terdapat 2 alternatif solusi terhadap kebutuhan yaitu dengan menggunakan layanan Reseller Hosting atau menggunakan layanan Virtual Private Server.

c. Corporate dan pemerintah

Kebutuhan yang paling banyak dijumpai pada segmen corporate adalah e-mail, database dan sistem informasi. Menggunakan VPS lebih memberikan jaminan keamanan karena data dan e-mail perusahaan Anda diletakkan dalam server yang private, terpisah dari pelanggan yang lain. Memungkinkan jaminan privacy dan keamanan yang lebih tinggi dengan biaya yang rendah sesuai dengan skala kebutuhan.

d. Web developer dan pengembang aplikasi

Dengan menggunakan VPS bebas membuat akun-akun hosting untuk pelanggan, menghadirkan layanan terintegrasi yang tentunya adalah sebuah nilai tambah. Environment VPS juga membuat fleksibelitas mengatur sendiri server sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang dikembangkan.

e. TV/Radio untuk audio video streaming

VPS menyediakan audio atau video streaming tanpa harus menggunakan dedicated server. Selain itu VPS juga dapat di upgrade menyesuaikan kebutuhan dari sisi RAM, CPU usage dan kapasitas simpannya.

f. Aplikasi khusus

Biasanya menggunakan dedicated server untuk menginstall aplikasi-plikasi khusus seperti Map Server, VOIP, OpenERP, game server dan lain-lain. Kini cukup menggunakan VPS dengan harga yang pasti jauh dibawah dedicated server.

4. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih VPS di Indonesia

Hosting server Indonesia berupa komputer server yang digunakan untuk menyimpan data, umumnya untuk webpage yang terletak di Indonesia sehingga lazim disebut sebagai Indonesia Internet Exchange (IIX). Beberapa implementasi hosting server IIX Jakarta antara lain tidak dapat dipengaruhi oleh kondisi konektivitas internasional dari ISP Indonesia yang digunakan oleh para klien, cepat bila diakses dari Indonesia karena rena routing-nya tergolong pendek, bandwidth internasionalnya relatif lebih kecil sehingga pengiriman e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo! atau Hotmail maupun Gmail tidak secepat hosting server US (dari Amerika), serta relatif lebih lambat apabila diakses dari luar negeri.

Gambar 2.5 IIX Network Configuration

http://www.iix.net.id/images/MasterPlanIIX-2005.jpg

Beberapa komponen-komponen pada VPS yang sangat penting dalam menentukan keberlangsungan hidup startup/perusahaan sebagai berikut.

a. HDD

Saat memilih VPS, harus perlu mempertimbangkan jenis HDD apa yang akan digunakan. Hal ini membuktikan bahwa hard disk menjadi faktor yang sangat penting dalam mempertimbangkan provider VPS di Indonesia. HDD (Hard Disk Drive) identik dengan piringan khusus sebagai media penyimpanan dasar yang non-volatile (data tidak akan hilang ketika komputer dalam keadaan mati) pada komputer. HDD secara material identik dengan piringan metal yang memiliki lapisan magnet. Lapisan itulah yang menjadi tempat penyimpanan data. Sebuah head read / write bisa mengakses data yang tersimpan ketika piringannya berputar. Secara umum ada tiga tipe utama dari HDD yang tersedia ketika memilih VPS sebagai berikut.

1) SATA (Serial Advanced Technology Attachment)

SATA berupa cakram yang cukup handal dengan kapasitas penyimpanan yang tinggi tetapi dengan kemampuan baca / tulis yang lebih lambat. Biasanya digunakan untuk budget hosting terbatas atau backup saja.

2) SAS (Serial Attached SCSI)

SAS memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding SATA, hard drive perusahaan dapat beroperasi lebih cepat dengan kinerja baca / tulis yang lebih tinggi tetapi kapasitas penyimpanannya lebih rendah.

3) SSD (Solid State Drive).

SSD menawarkan kemajuan besar melalui disk mekanik dalam hal kinerja yang sangat bisa diandalkan. Bisa dikatakan bahwa SSD identik dengan teknologi penyimpanan data masa depan.

b. Operating System (OS)

Prosedur dalam memilih sistem operasi (operating system) dan VPS secara umum akan tersedia dalam waktu maksimal dua menit dengan berbagai pilihan Sistem Operasi (OS) yang ditawarkan, diantaranya CentOS, CloudLinux, Debian, Ubuntu, Fedora, Gentoo, Red Hat Enterprise Linux, FreeBSD, dan OpenSUSE.

c. Backup

Saat memilih VPS sangat penting untuk memiliki strategi cadangan. Backup tidak hanya terkait keamanan dalam hal memulihkan data kalau terjadi masalah pada hardware server, tetapi juga penting jika data tidak sengaja terhapus. Provider tidak melakukan backup pada website client mereka, sehingga satu kegagalan hardware yang merupakan kesalahan provider VPS tersebut, harus ditanggung oleh client yang sudah susah payah mengembangkan bisnisnya.

d. Lokasi

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Teransaksi Elektronik pasal 17, setiap website yang menyimpan data-data keuangan dan digunakan untuk pelayanan publik, wajib menggunakan datacenter di Indonesia. Oleh sebab itu, hal yang tidak kalah penting saat memilih VPS adalah pemilihan lokasi VPS untuk website utama mau pun untuk backup sebaiknya memilih lokasi yang terdekat dengan pelanggan website.

B. Konfigurasi Virtual Private Server Pada dasarnya VPS (Virtual Private Server) hampir sama dengan web

hosting, bedanya dengan web hosting adalah memiliki kebebasan menentukan sistem operasi yang akan digunakan dan bisa memilih aplikasi/sotfware apa saja yang akan diinstal pada VPS tersebut. Sedangkan web hosting hanyalah sebuah layanan yang menyewakan space untuk aplikasi berbasis web dengan akses dan resources yang terbatas. Dengan alasan kemudahan, banyak orang yang memilih cara ini untuk menangani pengunjung blog (blog visitor). Tetapi jika ingin menghemat biaya untuk menyewa sebuah hosting, sebaiknya mengupgrade web hosting ke VPS, karena menyewa sebuah VPS dengan spesifikasi hampir sama dengan paket enterprise web hosting akan jauh lebih murah, dan akan diuntungkan dengan pemberian bandwidth hingga ribuan giga perbulannya. Tetapi minimal harus sedikit paham tentang dasar-dasar Command Line pada Linux untuk mengatur agar VPS tersebut bisa digunakan untuk keperluan web hosting.

1. Software yang Harus di Install

Sentral control panel seperti cPanel, Webuzo, atau pun EHCP akan lebih mudah dalam mengelola sebuah website dan tidak perlu menginstall kembali aplikasi Apache, MySQL phpMyAdmin, dan PHP karena secara otomatis akan terinstal dengan sendiri. Tetapi kekurangannya adalah membutuhkan spesifikasi VPS yang memadai guna menjalankan control panel tersebut. Semuanya akan terasa mudah jika terbiasa bergelut dengan CLI (Command Line Interface) dengan menggunakan basis teks atau shell/command prompt saja. Guna memenuhi kebutuhan hosting sebuah server harus terinstall beberapa piranti lunak (software) yang sering diistilahkan sebagai LAMP (kependekan dari Linux, Apache, MySQL, PHP). Piranti lunak (software) yang diperlukan sebagai berikut

a. Apache

Software Apache pada umumnya sudah terinstall pada saat menyewa VPS agar file HTML dan folder bisa dibuka melalui komputer lain (internet) menggunakan web browser. Aplikasi jenis ini mutlak dibutuhkan jika ingin menggunakan VPS sebagai web hosting. Apache merupakan sebuah web server yang nantinya bertanggung jawab untuk dalam menangani request-response http. Perintah yang digunakan untuk instalasi Apache2 sebagai berikut.

apt-get install apache2

Selanjutnya membuka browser dan masuk alamat IP VPS, jika muncul tampilan pada halaman "Its Work", maka proses instalasi apache2 telah berhasil.

b. Database (MySQL)

Database digunakan untuk menyimpan segala informasi secara terstruktur, misalnya postingan, komentar, dan lain-lain. Aplikasi database banyak macamnya seperti PostgreSQL, ORACLE dan lain-lain. Beberapa aplikasi yang juga membutuhkan MySQL database di antaranya

WordPress, Joomla dan CMS yang lainnya. Perintah yang digunakan untuk instalasi MySQL sebagai berikut.


apt-get install mysql-server mysql-client

Selanjutnya akan muncul permintaan untuk memasukkan password untuk root dan dilakukan hingga proses instalasi tersebut selesai.

c. PHP

PHP identik dengan sebuah bahasa skrip yang digunakan untuk membuat blog secara dinamis. Tanpa adanya PHP script, maka php tidak bisa dijalankan. Berbagai produk-produk website atau CMS kebanyakan yang dibuat menggunakan PHP, salah satunya yang paling terkenal adalah wordpress.org. Oleh karena itu, jika website yang dibangun menggunakan PHP maka sudah seharusnya menginstall php tersebut pada server yang bersangkutan. Perintah

apt-get install php5 libapache2-mod-php5

Selanjutnya melakukan ujicoba (tes) pada PHP yang baru saja diinstall dengan masuk ke folder /var/www/html-nya. Hal yang perlu dipahami adalah setiap distro biasanya memiliki letak yang berbeda-beda, jika pada di debian berada di /var/www/html/. Selanjutnya membuat file bernama phpinfo.php dengan perintah sebagai berikut.

nano phpinfo.php

Sebelum editor nano terinstall. Lakukan instalasi dengan perintah sebagai berikut.

apt-get install nano

Berikutnya, masukkan kode dibawah dengan benar.

phpinfo.php

<?php

phpinfo();

?>

berikutnya, buka Setelah itu, keluar dan save konfigurasi tersebut. pada tahap

Pada alamat: http://ipaddress/phpinfo.php. Tanda bahwa instalasi PHP berhasil dilakukan pada server jika muncul gambar sebagai berikut.

Selanjutnya, MySQL harus support PHP 5, maka perlu melakukan konfigurasi dengan perintah sebagai berikut.

apt-get install php5-mysql php5-curl php5-gd php5-idn php-pear php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-ming php5-ps php5-pspell php5-recode php5-snmp php5-sqlite php5-tidy php5-xmlrpc php5-xsl

Tunggu beberapa saat hingga proses konfigurasi berjalan dengan baik. Setelah selesai, restart Apache dengan memberikan perintah sebagai berikut.

Service apache2 restart

d. PHPMyAdmin

PHPMyAdmin diterjemahkan sebagai sebuah aplikasi agar user lebih leluasa dalam mengelola database MySQL dengan basis GUI (Graphical User Interface). Langkah-langkah dalam instalasi PHPMyAdmin sebagai berikut.

apt-get install phpmyadmin

PHPMyAdmin secara default terinstall di /usr/share oleh karena itu kita perlu memindahkan atau pun mengcopy ke dalam folder agar bisa melakukan akses melalui http://ipaddres/phpmyadmin. maka perintah yang digunakan sebagai berikut.

cp -r/usr/share/phpmyadmin /var/www/

Hingga pada tahap PHPMyAdmin selesai terinstalasi dengan benar, maka VPS sudah siap digunakan untuk web hosting. Unggah (upload) semua aplikasi pada folder /var/www.

2. Konfigurasi VPS Linux untuk Web Hosting

Distro yang sering digunakan untuk membuat konfigurasi VPS untuk web hosting adalah Debian, tetapi bisa juga diterapkan pada distro-distro turunannya seperti Ubuntu. Selanjutnya user harus memiliki akses root. Definisi dari root adalah user dengan level tertinggi dan memiliki akses ke semua perintah dari file pada Linux atau mau pun sistem operasi lain berbasis UNIX. Sedangkan CMS (Content Management System) diterjemahkan sebagai sebuah software/template yang dipergunakan guna membangun sebuah website mulai dari design, pengolahan data (content) dan paengintegrasian dengan hosting tanpa memerlukan kemampuan pemrograman seperti halnya web master. Di samping itu, terminologi CMS mencakup pada software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi.

Content sendiri lebih mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar mau pun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan memudahkan proses pembuatan, perbaikan, distribusi, pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditrans-formasikan ke dalam bentuk lain. Salah satunya adalah CMS Wordpress sebagai CMS yang dikategorikan ke dalam CMS jenis blog. Meskipun dikhususnya untuk blog, namun kenyataannya banyak developer-developer yang menggunakan CMS untuk membuat sebuah website untuk company profile hingga toko online. Karena CMS Wordpress memiliki kelebihan di antaranya user friendly, memiliki fitur dan layanan yang banyak, memiliki dukungan komunitas yang menyebar luas.

Langkah-langkah setting VPS untuk web hosting dengan CMS WordPress sebagai berikut.

a. Masuk ke dalam folder /var/www dan lakukan unduh (download) wordpress dengan perintah sebagai berikut.

cd /var/www && wget http://wordpress.org/latest.tar.gz

b. Setelah proses pengunduh selesai dilakukan, selanjutnya ekstrak file tersebut dengan perintah sebagai berikut.

tar xf latest.tar.gz

c Selanjutnya akan muncul folder baru dengan nama wordpress. Dalam hal ini, user harus memindahkan semua isi pada folder wordpress tersebut untuk diletakkan pada root directoy (/var/www). Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut.

cd wordpress && mv * /var/www

Setelah itu file index.html dihapus karena dapat mengganggu pada saat akan mengakses alamat ip/domain pada tahap selanjutnya.

rm index.html

d. Sebelum membuat website dengan wordpress, diawali dengan membuat database terlebih dahulu. Caranya dengan membuka

http://alamat_ip/phpmyadmin diikuti login menggunakan user root dan memasukkan kata sandi (password) yang sudah dibuat pada saat instalasi MySQL sebelumnya. Perhatikan tampilan gambar berikut.

Gambar 2.9 Membuat database

https://www.webpagefx.com/blog/images/assets/images.sixrevisions.com/2010/11/03-12_wampserver_phpmyadmin_createdb.png

Pada bagian create new database diisi dengan nama: wordpress, pada opsi disebelahnya dipilih Collation, sedangkan pada mySQL connection collation berada pada posis utl8_general_ci. Selanjutnya diakhiri dengan klik Create.

e. Selanjutnya untuk melakukan proses instalasi wordpress pada VPS dengan cara membuka alamat IP VPS yang bersangkutan sehingga tampil halaman konfigurasi wordpress sebagai berikut.

Gambar 2.10 Tampil halaman konfigurasi wordpress https://s5.postimg.org/nylutw713/Screenshot_62.png

f. Klik pada Create a Configuration File lalu klik Lets Go. Selanjutnya muncul tampilan seperti pada gambar berikut.

Gambar 2.11 Create a Configuration File

https://www.webpagefx.com/blog/images/assets/images.sixrevisions.com/2010/11/03-13_wampserver_wordpress_install.jpg

g. Masukkan semua informasi yang dibutuhkan, lalu klik tombol Submit sehingga muncul tampilan sebagai berikut.

Perintah di atas menyatakan bahwa user diharuskan mengcopy semua kode-kode tersebut untuk diletakkan pada direktori tempat menaruh semua file wordpress di folder /var/www dan diberi nama wp-config.php.

h. Selanjutnya kembali ke terminal dan membuat file dengan nama wp. config.php dengan perintah sebagai berikut.

nano wp-config.php

Selanjutnya paste kode tersebut dan simpan dengan menekan tombol kombinasi CTRL+X dilanjutnya menekan tombol "Y" dan diakhiri dengan menekan tombol Enter.

i. Berikutnya kembali lagi tampilan awal Wordpress dan klik pada tombol Run the Install, sehingga muncul form sebagai berikut.

Gambar 2.13 Masukkan informasi website beserta akun yang akan digunakan

Pada tahap ini, user diminta untuk memasukkan informasi website beserta akun yang akan digunakan untuk login. Hal yang perlu diperhatikan adalah email yang digunakan harus valid. Jika sudah selesai, selanjutnya klik tombol Install WordPress.Dalam hal ini, user tinggal mengakses direktori admin untuk proses login ke dashboard dengan alamat http://alamatip-or-domain/wp-admin.

Gambar 2.15 Proses pemindahan ke MySQL database

https://wwwwwebpagefx.com/blog/images/assets/images.sixrevisions.com/2010/11/03-

23_wampster_import.png

j. Jika dalam melakukan proses pemindahan website mengalami ganggian pada penempatan URL hasil posting, hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan enabled mod_rewrite dengan menjalankan perintah di terminal sebagai berikut..

a2enmod rewrite

Selanjutnya melakukan edit file .htaccess di /var/www/.htaccess dengan perintah sebagai berikut.

nano/var/www/.htaccess

Setelah itu, gandakan (copy) kode berikut.

#BEGIN WordPress

<IfModule mod_rewrite.c>

RewriteEngine On

RewriteBase /

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d

RewriteRule./index.php [L]

</IfModule>

#END WordPress

Selanjutnya simpan dengan menekan tombol kombinasi CTRL+X dilanjutnya menekan tombol "Y" dan diakhiri dengan menekan tombol Enter.

j. Pada bagian ini, semua proses telah selesai dikerjakan dan melakukan restart pada apache2 dengan perintah sebagai berikut.

service apache2 restart

Hal yang perlkan diperhatikan pada bagian akhir adalah kondisi Wordpress harus selalu writeable, sehingga perlu perintah konfigurasi sebagai berikut.

chmod -R 777 wp-content/

SEKILAS INFO

SEJARAH BERDIRINYA PLATFORM BLOG WORDPRESS

Sebenarnya WordPress merupakan penerus resmi dari b2 atau cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi, sedangkan untuk nama WordPress itu sendiri diusulkan oleh Christine Selleck, yaitu salah satu rekan atau teman dari ketua pengembang (developer) Matt Mullenweg. Sejarah WordPress dimulai saat Matt Mullenwerg yang merupakan salah satu pengguna aktif dari b2 mengetahui bahwa proses pengembangan b2 dihentikan oleh pemrogramnya yaitu Michel Valdrighi. Dengan pemberhentian ini membuat Matt Mullenwerg sayang untuk melepaskannya dan melanjutkan kembali pengembangan b2 tersebut. Dan akhirnya WordPress muncul pertama kali pada tahun 2003 ini berkat hasil kerja keras Matt Mullenwerg dan rekannya Mike Little. Dan semakin hari WordPress semakin berkembang dan banyak diminati, ini karena adanya fitur-fitur yang bersifat menarik serta adanya dukungan komunitas terhadap perangkat lunak sumber terbuka untuk blog.

WordPress menyediakan dua alamat link yang berbeda yaitu WordPress.org dan WordPress.com. setiap alamat ini memiliki ciri khas dari fitur-fitur yang berbeda satu sama lain. WordPress.com merupakan situs layanan yang gratis dan didirikan oleh perusahaan Automatic. Pengguna yang mendaftarkan akun WordPress di situs ini tidak perlu melakukan instalasi tetapi para pengguna tidak dapat mengganti template serta menambah aksesoris. Sedangkan untuk para pengguna yang akan mendaftarkan akun pada situs WordPress.org dapat mengunduh aplikasi serta semua berkas CMS WordPress. Tapi, penggunanya harus menguasai bahasa pemrograman web seperti HTML, CSS, PHP dan Javascripts.

Sumber: http://portalremaja.co.id/sejarah-berdirinya-wordpress.html

RANGKUMAN

a. Keberadaan Virtual Private Server (VPS) dapat membantu dalam memaksimalkan bandwidth, hardisk, serta mempercepat loading blog.

b. Jenis-jenis VPS di masa sekarang antara lain openvz, KVM (Kernel Based Virtual Machine), HVM (Hardware Virtual Machine), dan Hyper V.

c. VPS dapat dibagi menjadi beberapa VM (Virtual Machines), dimana di setiap VM berupa "virtual server" yang dapat di install sistem operasi tersendiri sehingga VPS terasa seperti sebuah dedicated server.

d. Hosting server Indonesia berupa komputer server yang digunakan untuk menyimpan data, umumnya untuk webpage yang terletak di Indonesia sehingga lazim disebut sebagai Indonesia Internet Exchange (IIX).

e. Software Apache pada umumnya sudah terinstall pada saat menyewa VPS agar file HTML dan folder bisa dibuka melalui komputer lain (internet) menggunakan web browser.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab 6 Permasalahan Sistem Administrasi

SOAL CONTROL PANEL HOSTING KLS XII #

Latihan Soal UKK 2026 – Virtual Private Server (VPS) #3